Jumat, 16 Desember 2011

It's KAZAKY, baby !

"Wait. What ? you kiddin me ? men in stiletto heels ?" ... adalah reaksi pertama gw ketika secara tidak sengaja ikut-ikutan si Michelle menonton video yang sedari tadi (atau sudah sepanjang hari) dia tonton. Yak, selamat datang di tahun 2011 dimana stiletto heels sudah menjadi trend di kalangan para... uhm... lelaki -_____-" entahlah ya, gw ngeliat ini rasanya campur aduk. Antara... miris dan ngiri. Miris, sama pria-pria jaman sekarang (yang ganteng, yang mukanya mulus, yang badannya bagus, eh... lekong~) dan ngiri karena mereka bisa lebih gemulai daripada gue. Gue, gerakan paling gemulai yang bisa gw lakukan adalah kayang ala-ala robotik habis batere -_____-" sementara mereka yang LAKI-LAKI itu bahkan bisa loncat-loncat pake heels yang tingginya setinggi kampret-apaan-tauk. Auah, speechless gw. Tonton aja nih video nya :

*abis liat video *gamau kalah *bikin girl band *ngedance pake heels *tiba-tiba...GUBRAK! *bubar*

By the way ada yang belum tau siapa mereka ? namanya KAZAKY sebuah dance group asal Ukraina yang awalnya ngetop via Youtube. Tapi ya, yang satu ini jangan disamain sama artis karbitan Youtube Indonesia yang, sorry to say, cuma lipsync + goyang erotis langsung ngetop. NO. They do have skill and worth to watch. Lelaki-lelaki (yang tidak maskulin) ini punya kemampuan menari tingkat dewa yang sexy-nya gw rasa melebihi perempuan. Ckckck... kurang ajar, kurang ajar.

Kalo kata Michelle : "Sebagai perempuan gw merasa gagal Naf"
Iya Chelle, gw juga... *nangis bareng di pojokan*

Selasa, 29 November 2011

Thanks @ihatequotes :)


"Never hurt people who love you a LOT. Maybe they won't hurt you back, but they'll probably have no choice but to leave you forever..."

Selasa, 08 November 2011

Billing Meee Softly... (Itu "Killing" woy !)

Hellow. It's me, again... (iyalah, gue yang punya blog)
Anyway, postingan kali ini disponsori oleh modem SmartFren 195 rebu yang baru gw beli seminggu yang lalu... Ada sedikit cerita yang menyesakkan hati tentang sejarah si modem baru gw yang warnanya pink pink menggoda gimana gitu. Sesungguhnya, kemunculan modem unyu ini di kamar gw sekarang adalah akibat sebuah perbuatan yang seharusnya tidak gw lakukan terhadap mas-mas penjaga loket tagihan internet (anjrit, ini kok 'hawa' kalimatnya jadi 'laen'...) nggak, gw nggak ngerobohin loketnya... Gw cuma lupa bayar tagihan internet sama si mas-mas itu. Uhm... Nggak lupa juga sih sebenernya... Tapi emang dasar gw nya aja yang suka nunda-nunda bayar tagihan Hehehehe... Well, siapapun pasti punya sifat procastinator kan ya ? jadi gw wajar dong :P Tapi secara tidak disangka-sangka, sifat procastinator yang gw anggap wajar itu ternyata telah membawa gw ke sebuah bencana besar yang berujung pada ke-BOKEK-an. Suatu hari, gw mengecek kotak masuk di email gw dan menemukan sebuah billing statement yang menyatakan bahwa tagihan internet gw sudah mencapai angka Dua Juta Sembilan Ratus Empat Puluh Delapan Ribu Lima Ratus Rupiah... Mampus. Mati. Koit. Die. Kiamat. End of the world.

Naf dapet salam dari tukang laundry... | Ha ? apaan ? | Cuciaaannn deh looo | Monyet...
Rasanya gw pengen lari ke hutan, ke pantai, pecahin gelas, atau apapun untuk melampiaskan rasa kesal gw terhadap... Uhm... Diri gw sendiri -________- Akhirnya, pasca terenggutnya pundi-pundi amal uang dari tabungan gw tercinta, gw memutuskan untuk tidak lagi memakai jasa internet cable tersebut dan beralih ke modem biasa yang biaya per bulannya lebih murah. Dan... yah, seenggaknya kalo pake modem biasa kan pake isi pulsa gitu, jadi at least nggak ada tagihan-tagihan yang bikin gw stress di akhir. Gile, kayaknya gw trauma nih sama tagihan ckckckck... Dan setelah berminggu-minggu jadi Anwar (Anak Warnet) akibat tidak mendapatkan asupan internet dirumah, gw pun akhirnya membeli si modem unyu yang kinerjanya cukup memuaskan. Walaupun sekarang sepertinya gw bakal nggak bisa seenak jidat lagi buat download-download film, tapi ya cukuplah untuk berkirim-kirim email, social site atau searching-searching tugas... Eh ngomong-ngomong tentang tugas nih, kayanya gw masih banyak tugas kuliah yang harus diselesaikan. Maka dari itu, tampaknya postingan kali ini cukup sampai disini saja yaw. Arrivederci !

P.S. Buat mas-mas F*rst Med*a yang waktu itu dateng kerumah nagih bayaran internet, Mas single gak ? jadi selingkuhan akyuw, mau ? :P

Minggu, 30 Oktober 2011

I Need Time Machine !

Gw, secara tidak sengaja mendengar percakapan orangtua
"Napiti sebentar lagi 20 tahun ya Ma ?" | "Iya yah, cepat kali ya dia besar...
Sebentar lagi kita ditinggal lah..."
Ayah diam. Mama Diam. Gue mendadak pengen memberhentikan waktu...

Minggu, 02 Oktober 2011

Disaat sistem imunitas menurun...


Hari ini gw merasa kalau Allah sedang menunjukkan kepada gw, betapa nikmatnya sebuah kesehatan. Yap, setelah berhari-hari menyembunyikan rasa pusing dan lelah (karena gw nggak mau ‘diisolasi’ dirumah cuma karena demam) akhirnyah, hari inih sayah tumbang jugah. Pagi tadi, gw bahkan nggak kuat bangun dari tempat tidur karena rasanya sekeliling gw berputar semua. Sempoyongan parah… Jadi, cara paling aman untuk bangun menurut gw adalah, dengan meng-gelinding-kan diri ala bangsawan dengan penuh keanggunan *sibak rambut *naikin dagu *benerin beha *teteup. Sampai akhirnya gw udah merasa nggak begitu sempoyongan lagi, gw keluar dari kamar. Dan kalimat pertama yang terlontar dari bokap begitu ngeliat gw adalah : “Pacar kau putuskan kau ?” Lah, gw bingung dah. Perasaan gw baik-baik aja sama Vidi Aldiano, malah tadi malem kita abis pacaran, duduk berdua di loteng sambil menatap langit malam yang penuh dengan bintang-bintang (anjrit sinetron banget). “Kau lihat dulu muka kau tu, muka orang patah hati…” kata bokap gw sambil cengengesan. Apadeh -_____-

Pokoknya hari ini gw lagi nggak mood banget deh ngeladenin becandaan garing bokap gw. Bisa panjang urusan. Jadi gw melengos gitu aja ke kamar mandi sambil cemberut. Begitu masuk ke kamar mandi, gw dikagetkan oleh sosok yang gw lihat di kaca, yang ternyata adalah diri gw sendiri. Muka lelah, mata merah sembab, bibir pucat pecah-pecah… Semua terlihat tidak normal, kecuali Pipi gw yang teteup TEMBEM Tirus. Gw baru tau, muka orang yang lagi patah hati menurut bokap gw itu ternyata BEGINI ? Bokap gw masih aja cengengesan waktu gw keluar dari kamar mandi. Hari ini hari cengengesan sedunia ye ?
“Kau sakit ? pusing ?” kata bokap gw sambil -teteup- cengengesan. “Hengghakh…” jawab gw. Bokap gw bengong. “Itu suara kau ? macam suara hantu…” Iye, gw juga nanya dalam hati. Itu suara gw tuh, begitu ? 5 menit kemudian gw menyesal udah nunjukin muka patah hati dan suara hantu di depan bokap gw pagi ini. Bener aja kan, gw diisolasi nggak boleh kemana-mana. Padahal hari ini gw banyak rencana… mau beli buku, mau cetak foto, mau beli kado, mau creambath, mau ngupil, dll dst dsb… Semuanya gagal total, gara" gw sakit. Gara" suara hantu bermuka patah hati *sigh*

Minggu, 18 September 2011

Selamat Datang Rutinitas !

12 September 2011 gw kembali ke rutinitas semula sebagai mahasiswa Hubungan Internasional Semester 5 Universitas Paramadina. Yeah, WELCOME routines :)
You know what, ada banyak hal yang gw rindukan dari kampus mungil ini... Atmosfirnya, Suasana kelasnya yang 'ekslusif', temen-temen gw yang extraordinary, perpustakaan tempat ngadem sambil selonjoran kaki, Lobi tempat kumpul-kumpul plus ngegosip, kantin tempat gw nge-stalking gebetan gw dulu :P, Taman Peradaban tempat belajar bareng, Lamer tempat gw curhat kalo lagi galau... ahhh, how i miss campus life :) yaaaaaa, walaupun setelah ini kehidupan gw dipastikan akan penuh dengan DEADline dan persiapan topik-topik untuk SKRIPSI (terdengar jeritan mahasiswi-mahasiswi Semester 5 dari kejauhan) tapi percayalah, sibuk itu jauh lebih enak daripada sama sekali nggak ngapa-ngapain. Beneran. Lo akan berkesimpulan seperti itu setelah mengalami liburan-tiga-bulan-dan-membusuk-dirumah...

Hari pertama di kampus, gw masih sibuk dengan hal-hal non akademik. Berhubung Paramadina Choir sedang ada recruitment untuk mahasiswa baru 2011, jadi di 3 hari pertama itu gw masih berkutat dengan promosi dan perform di GMP (FYI, ospeknya Paramadina namanya GMP. Grha Mahardika Paramadina). Ngomong-ngomong tentang GMP, menurut gw GMP adalah salah satu event tahunan yang paling menarik di Paramadina. Selama kuliah gw udah 2 kali terlibat di acara ini. Yang pertama tahun 2009 waktu gw jadi peserta, dan yang kedua itu tahun lalu, dimana gw menjadi salah satu panitia untuk GMP. And that was great... Gw mendapatkan banyak kesan dan pengalaman dari keduanya...

PARAMADINA. Small but GIANT 

Waktu baru lulus SMA dan ngedenger kata "Ospek" yang terbayang di otak gw adalah : bully, panas, capek dan keringetan. Tapi begitu ikutan GMP, gw mendapatkan pandangan yang berbeda tentang sebuah Orientasi Mahasiswa, bahwa Ospek ternyata bisa dibuat menjadi sebuah event yang menyenangkan sekaligus mendidik tanpa harus pakai kekerasan fisik. Paramadina, dalam hal ini bisa memanfaatkan kegiatan Ospek-nya untuk menanamkan nilai-nilai ke-Paramadina-an yang ternyata sangatlah filosofis. Di GMP, mahasiswa baru diberikan banyak "asupan otak" melalui seminar dan talk show bareng berbagai tokoh, especially Bapak Anies Baswedan yang merupakan rektor Paramadina (And he is charming, anyway :P). Selain itu ada juga games outdoor yang seru dan group performance yang menuntut kreativitas. Nah, group performance adalah bagian yang paling gw tunggu-tunggu di GMP. Disini, setiap anak harus mengeksplorasi kreativitasnya untuk membuat sebuah pertunjukan di panggung. Entah itu pertunjukan Drama, tarian, nyanyian, atau kalau perlu Fashion Show lucu-lucuan. Hihihi :P group performance ini juga bisa jadi ajang buat dikenal sama temen-temen kampus. Biasanya setelah kenal beberapa hari, percakapan kayak gini pasti muncul : "Eh dulu elo yang jadi Si Itu kan waktu group performance GMP ?" atau "Dulu siapa sih yang jadi Si Itu waktu performance GMP ? Ohhh, dia..." See ? di Paramadina kalau mau famous tuh gampang. Akrobat aja di GMP.

Jadi inget... Waktu GMP dulu, kelompok gw bikin pertunjukan Paduan Suara yang temanya lagu-lagu Michael Jackson. Sambil bawa lilin, gw nyanyi di tengah-tengah panggung dengan pronouncation gw yang kurang jelas gara-gara gw nervous. Hahahaha, kalo inget itu gw jadi malu sendiri hihihi... but, see ? GMP membawa kesan tersendiri. Bukan "kesan" buruk tentang senior songong yang suka menghukum waktu Ospek, tapi Ospek seru dan mengasyikkan dimana kita bisa berkenalan dengan orang-orang baru tanpa ada Gap antara si senior dan si junior. Cool, isn't it ? Dannn... Nggak kerasa, udah 2 tahun gw di Paramadina. Waktu untuk menikmati status sebagai mahasiswi ini pun semakin sedikit, dan gw nggak mau menghabiskan waktu gw yang sedikit itu dengan berleha-leha. Gw nggak mau lagi bersantai-santai ria dirumah, cuma karena males ngikutin kegiatan kampus. Inilah dia kehidupan si mahasiswa... Sudah seharusnya dia penuh dengan berbagai kesibukan. Toh, ketika tua nanti, gw akan mengenang masa-masa kesibukan ini dengan penuh kesan...
So, i don't wanna miss a single thing :)

"Masa sekolah : beratnya saat menjalani, senangnya saat menceritakan"
Anies Baswedan - Rektor Universitas Paramadina

Minggu, 21 Agustus 2011

Master Chef Vs Master Che(pot)

Penyakit iri dan dengki sedang merasuki jiwa ini, hingga menembus sukma membelah jiwa raga merdeka Indonesia... Gara-garanya kemaren lusa, abang sepupu gw dateng kerumah dengan perut lapar. Tapi sayangnya, waktu itu dirumah gw sedang tidak ada siapa-siapa dan apa-apa untuk dimakan. Yang ada di dapur cuma bahan-bahan mentah dan beberapa makanan instant. Itu doang...

"Beli makanan diluar deh, gw nggak bisa masak..."
"Ada bahan apa aja di dapur ?"
"Tuh..." Gw nunjuk ke lemari makanan
"Hmm... Oke, kalo gitu biar gw yang masak..."

Gw nyengir, tapi dalam hati kasian sama penggorengannya. Abang gw pasti lagi laper dan bokek banget sampe-sampe dia 'memberanikan diri' untuk masak sendiri, karena gw tau abang gw gak bisa masak. Terakhir kali gw nyobain Nasi Goreng Ikan Teri buatan dia, rasanya berantakan acak adul. Antara terlalu asin sama ada pahit-pahitnya dikit. Sampe sekarang gw masih nggak tau itu rasa pahit datengnya dari mana. Mungkin ada eek-nya ikan teri yang masih nangkring disitu, terus kecampur sama nasi gorengnya ? Entahlah. Hanya Tuhan yang tahu...

Lanjut. Jadi, untuk menghormati keinginan abang gw untuk memasak, maka gw pun mempersilahkan abang gw untuk mengolah bahan-bahan mentah yang ada. "Oke, kita bikin Spaghetti aja yang gampang !" Dhuarrr... tiba-tiba petir pun menyambar dan hujan pun turun membasahi bumi.......... Enggak ding itu gw aja yang lebay hehehehe. Maka abang gw pun berangkat menuju dapur dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya (ini mau upacara apa masak ?). Pertama-tama, dia ngerebus Spaghetti sambil memasukkan 1 sendok minyak goreng kedalamnya. "Kok dipakein minyak ?" kata gw. "Iya, biar nggak lengket Spaghetti nya" Wih... gw aja kaga tau tuh masalah begituan. Gw manggut-manggut. Setelah Spaghetti nya matang, gw pikir itu tuh udah selesai, tinggal dicampur sama saus Spaghetti instant dan siap dimakan. Ternyata nggak, abang gw masih lanjut mengolah saus. Sausnya dicampur lagi sama cabe giling, kentang, paprika, kornet, sosis, dan lain-lain... Plus finishing nya, keju parut of course. Gile, abang gw ternyata niat banget masaknya. Gw aja kalo masak Spaghetti, langsung aja gw campur ke saus instant nya, nggak pake nambahin apa-apa lagi :P Anyway, dari tampilannya gw akui Spaghetti abang gw terlihat menggoda seperti gw. Tapi gw masih takut tertipu, kaya tragedi Nasi Goreng Ikan Teri waktu itu...

"Lo mau juga nggak ? cobain dah..." Si abang nyodorin piringnya ke gw. Gw diem, masih mikir-mikir. Tapi sumpah deh gw begitu bukan karena gw takut mati konyol gara-gara keracunan masakan abang gw (ya, walaupun ada lah sedikit pikiran kaya gitu :P) tapi, karena itu udah lewat dari jam 8 malam dan gw sedang diet. Ngeliat gw diem gitu, abang gw nyindir "Tadi gw lupa masukin racun, jadi tenang aja lu gak bakalan keracunan..." Gw ngakak. Jadi daripada doi ngambek, maka gw pun ikutan makan Spaghetti ala abang gw. Dan ternyataaa... Spaghetti masakan abang gw ENAK BANGET wahai ummat sekaliaaannn !!! gak beda jauh sama bikinan nyokap gueeee !!! anjrit langsung galau dah. Disatu sisi gw sangat menikmati makanannya, tapi di sisi lain gw merasa gagal menjadi perempuan~ Masa, abang gw si laki-laki pemalas itu lebih jago masak dibanding guweeehhh ??? Akika gak terimaaahhh, akika bencih bencih benciiiihhhh !!!

Melihat peningkatan yang terjadi pada abang gw yaitu, dari Nasi Goreng Ketek Teri menjadi Spaghetti Instant rasa Brilliant, gw jadi merasa termotivasi dan tersaingi. Abang gw aja bisa, masa gw nggak... Jadi besoknya, gw mencoba memasak Spaghetti lagi, mengacu pada ingatan gw tentang langkah-langkah yang dilakukan abang gw kemarin. Rebus spaghetti pake minyak 1 sendok, tiriskan, olah sausnya, campur ke spaghetti dan... Tadaaa, Spaghetti ala Chef Naf Queen pun selesai dan gw pun siap untuk mencoba. Gw taruh spaghettinya di piring. Gw pandangi lekat-lekat masakan gw, sambil mengagumi betapa kerennya gw hari ini karena telah berhasil memasak satu piring Spaghetti Lafonte yang fantastis. Gw pandangi lagi si Spaghetti sambil nyengir, sampai akhirnya gw menyadari ada sesuatu yang salah... Gw perhatiin kok ini Spaghetti warnanya begini banget yak ???

Lihatlah betapa menggiurkannya mereka... *mata berbinar*

 

Bandingin ama Spaghetti buatan gua. Senep -_____-"


Tadinya sih gw fikir, kita emang gak boleh menilai sesuatu hanya dari luarnya saja. Mungkin Spaghetti gue dari luar terlihat terlalu 'merah' dan kelebihan minyak. Tapi dalam hati gw yakin, dengan bumbu kasih sayang dan cita rasa yang tinggi, Spaghetti gw nggak kalah rasanya sama bikinan abang gw kemaren. Huahahahahihuheho... Nggak perlu berlama-lama lagi. Dengan segenap hati dan sepenuh jiwa yang lapar, gw pun mencicipi Spaghetti Delicioso bikinan gw. Dan ternyata rasanya... Hmmm... ANJRIT PEDES GILA ! rasanya gw nggak bisa ngerasain yang lain selain rasa cabe nya. Tapi gw belum menyerah. Untuk menghilangkan sedikit rasa pedasnya yang menusuk itu, gw berinisiatif untuk menambahkan lagi Saus La Fonte nya. Ternyata pedesnya masih berasa banget. Jadi sausnya gw tambah lagi, lagi, dan lagi... Alhasil, Spaghetti gw jadi kayak mi rebus, tenggelem kebanyakan bumbu. Rasanya malah tambah aneh -_____-"

Gw kapok sama urusan masak memasak... Gw mau kawin ama Chef Juna aja, terus pindah ke Perancis dan buka restoran disana, biar gw dan anak-anak gw bisa makan masakan restoran tiap hari. Tapi Please, Juna... Jangan lamar gw sekarang. Gw belum siap... Gw masih kuliah, Jun... Gw masih pengen menggapai mimpi-mimpi gw yang belum tercapai. Jangan bikin panjang antrian buat ngelamar gue. Gue... Gue stress kalo tiap hari ada yang ngelamar guweeehhh... *kebanyakan makan Spaghetti jadi gila*