Jumat, 08 Juni 2012

Ada Cerita di Bulan Ketiga

3 bulan yang lalu tepat di tanggal ini, gw sedang berjuang mati-matian menahan rasa sakit akibat fraktur di kaki. 3 bulan... Astaga... Gw nggak akan pernah lupa gimana berantakannya perasaan gw di hampir setiap hari selama bulan-bulan itu. Bahkan sekarang-sekarang ini, gw akan mikir dua kali untuk menceritakan lagi kronologis gw kecelakaan, tiap kali ada yang nanya. Sorry... Terlalu menyakitkan untuk diingat sih, hehehe.

Selama 3 bulan fase penyembuhan, tentunya bulan-bulan pertama adalah yang paling berat. Susah banget buat menyesuaikan diri dengan "pola hidup" gw yang baru. Yang biasanya gw bisa dengan bebas kesana kesini, makan ini makan itu, sekarang gw bahkan nggak bisa bergerak sama sekali. Salah satu hal yang paling menyiksa dari pola hidup gw yang baru adalah, ketika gw harus melakukan kegiatan-buang-air-dan-sejenisnya di... uhm, tempat tidur :| it's suuuperrr grosss aaaaaaaaa -_____- jadi waktu itu, untuk mengurangi intensitas "pengeluaran", gw pun memutuskan untuk tidak makan banyak, dan selalu siap sedia bebatuan dalam genggaman. Hahahaha :D hasilnya, sampe sekarang gw jadi jago banget dalam urusan "tahan-menahan". Keren maksimal lah gw pokoknya~ selama bulan pertama fase penyembuhan, selama itu juga gw nggak mandi. Rekor ! seorang Nafitri Daulay Gadis Sunlight Sunsilk 2012 tidak mandi (dan tidak keramas ) selama 1 bulan penuh :| Gimana rasanya Naf nggak kena aer sebulan ? rasanyaaa ISTIMEWA ! Chibi chibi chibiii, hak hak HAAAKKK *banting pispot* sebenernya gw merasa bersalah sama keluarga dan teman-teman yang menjenguk gw, karena secara langsung telah menjadi "korban" dari wewangian tubuh gw yang kurang sedap tapi tetep semerbak itu. Ah, sebagai Gadis Sunsilk gw merasa gagal... Maaf ya, semuanya. Waktu kecil udah pada suntik imunisasi kan ? huehehehe.

Selama sakit, gw cuma diperbolehkan makan sayuran, beberapa jenis buah-buahan, daging dan ikan tertentu, dan diwajibkan makan sup sum-sum tulang sapi setiap hari. Untuk urusan sum-sum tulang sapi, itu mungkin kedengerannya enak ya. Sejujurnya gw juga suka sih, tapi kalau gw diharuskan makan itu setiap hari... Well, enek juga ye. Mana lengket -_____- nyokap gw mungkin udah pake segala jurus dalam memvariasikan masakan dari sum-sum tulang sapi. Malah kadang dijadiin minuman -_____- karena bosen setiap hari harus makan si tetulangan sapi itu, kadang gw suka ngibulin nyokap gw. Si sum-sum sapi gw tumpahin dari jendela. Tapi di satu hari, bokap gw ternyata diem diem berdiri di depan jendela kamar dari luar. Gw yang udah ketangkep basah cuma bisa... nyengir. Nasip.

Tentunya, tidak banyak hal yang bisa gw lakukan selama sakit. Kegiatan gw paling cuma nonton TV, main laptop, internetan, baca novel, atau dengerin musik sambil nyanyi-nyanyi nggak jelas. Nah, yang terakhir itu yang paling menghibur gw, to keep my mind busy. Pokoknya jangan sampai gw bengong dan banyak mikir yang nggak jelas, karena itu bakal buat gw nangis se-ember di akhir. Disini, dari kejadian ini, gw belajar melawan diri gw sendiri untuk tidak cengeng, tidak putus asa, dan tidak lemah. Dan itu sama sekali nggak gampang. Asli. Emosi gw bener-bener dipermainkan sama keadaan. Kadang gw bisa jadi orang yang panikan setengah mati, terus setelah dinasehatin jadi tenang, dan tiba-tiba sedih sendiri, abis itu senang lagi, terus entah kenapa jadi terharu, nangis, mendadak muncul rasa takut yang nggak jelas objek ketakutannya apa, dan setelah ditenangkan gw jadi berani lagi, jadi cuek, tapi kemudian mucul rasa nyeri yang nggak bisa ditahan sampai gw rasanya mau menyerah, putus asa, mau mati, mau mengakhiri hidup, tapi ketika rasa nyerinya sudah berkurang dan gw bisa berfikir dengan jernih, gw akhirnya bertekad untuk jadi kuat dan harus bertahan. Perpaduan emosi yang sangat rumit, bukan ? Ya. Dan selama itu, presentase emosi yang paling dominan dan sulit dilawan adalah... Putus asa. Ketika gw berfikir kalau setelah ini hidup gw gak akan sama lagi. Gw akan terus bergantung kepada orang lain dalam beberapa bulan kedepan. Harus pakai alat bantu berjalan, nggak bisa bebas bergerak, jadi perhatian orang-orang di tempat publik, dan nggak bisa ngelakuin hal-hal yang sudah gw rencanakan dari jauh-jauh hari : ngerayain ulang tahun gw bareng Fatma Fiona dll, les bahasa di Kampung Inggris sama Fenny, Konser Paramadina Choir, PSNMHII, rencana ke Singapur sama abang, magang terbengkalai, belum lagi urusan tugas-tugas perkuliahan, UTS/UAS, deadline proposal skripsi, dan fikiran-fikiran menakutkan gw tentang kemungkinan failed di beberapa mata kuliah (semoga nggak ada Ya Allah...)

Tapi pada akhirnya, setelah dijalani ternyata segala sesuatunya tidak se-menyeramkan yang gw fikir. Things are going better day by day :) di bulan kedua, akhirnya gw diperbolehkan bangun dari tempat tidur untuk terapi dan mulai bisa pakai tongkat. You know, hal pertama yang gw lakukan adalah : MANDI. Hahahahaha... Dan akhirnya, setelah kurang lebih 1 bulan istirahat, gw merasa sudah cukup kuat untuk kembali kuliah. Kuliah, adalah stimulus pertama untuk menyadarkan otak gw, kalau... Hey, your normal life is finally back ! welcome activities ! :D 

Bulan Kedua.
First moment @ campus after weeks. With Paramadina Choir's girls


Alhamdulillah, masih dikasih kesempatan untuk ikut Short Diplomatic Course
@ Paramadina Graduate School with future diplomats :)


Kondisi kaki di Bulan Ketiga. Teteup, ada boneka Babi-nye. Biar keliatan unyu dikit :P



Di bulan ketiga, kaki gw sudah pulih sekitar 90%. Gips dan perban sudah dicopot, dan sudah bisa jalan tanpa tongkat. Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah Ya Allah *sujud syukur* :") Tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat perkembangan kaki gw yang semakin hari semakin pulih. Gw juga sangat menikmati setiap moment-moment "pertama" gw. Pertama kali bisa duduk, pertama kali jari-jari bergerak, pertama kali kaki menekuk, pertama kali kaki menapak, pertama kali belajar jalan, pertama kali MANDI ! :D pertama kali lepas perban, pertama kali lepas gips, pertama kali melangkah di atas kaki sendiri, pertama kali ke kampus, pertama kali ketemu temen-temen, pertama kali digendong rame-rame naik tangga hahaha, pertama kali ke Bioskop HA ! :D pertama kali jalan-jalan di Mall, pertama kali manggung dengan kaki diperban ahahahaha, pertama kali makan BEBAS :P dan pertama-pertama lainnya... It feels like heaveeennn :") bagi gw, kejadian ini memberikan banyak pelajaran tentang hidup. Untuk lebih sabar, untuk lebih bersyukur atas setiap nikmat yang Allah beri, dan untuk menjadi pribadi yang lebih... Kuat.

What doesn't kill you make you stronger, kan ? :)


Tongkat paling kece sedunia :P
Terimakasih ya... Jaga baik-baik pasien selanjutnya ! bye bye :")

Sabtu, 02 Juni 2012

Sabtu, 05 Mei 2012

"Ingatlah Hari Ini"

Postingan ini terinspirasi dari perkataan salah seorang teman, di hari terakhir Praktek Simulasi Sidang kemarin. Dia bilang : "Ini moment terakhir HI 2009 kumpul bareng-bareng loh". Hmmm... Oh ya ? Iyasih. Gw hampir lupa kalau sekarang gw sudah jadi mahasiswi tingkat akhir Hubungan Internasional, yang sebentar lagi akan disibukkan dengan skripsi, sidang, lalu wisuda, lalu... melangkah ke jenjang kehidupan yang selanjutnya. Kerja, menikah, punya anak, jadi ibu, punya cucu, jadi nenek, dan di akhir, jadi kenangan... Hidup sudah mulai berlari, ya ? Sepertinya dia bosan berjalan.

Gw memang belum bisa dikategorikan sebagai mahasiswi yang jenius, brilliant, cemerlang, atau apalah itu. Dan walaupun sehari-harinya gw cukup dipusingkan dengan tugas-tugas ke HI-an yang segudang, tapi jauh di lubuk hati ini, gw sangat menikmati hari-hari gw sebagai mahasiswi, sebagai bagian dari HI 2009, dan sebagai teman dari berbagai pribadi yang luar biasa. Kalau sudah begini, siapa sih yang suka perpisahan ? ... Aduh, ini kok kesannya kaya abis farewell party sih ? kan baru juga simulasi sidang hahahah :"3 Ya, gw memang begini orangnya. Suka sedih sebelum waktunya. Nanti kalau udah beneran farewell, paling gw cuma cengar cengir di acara, dan baru nangis 2 hari setelahnya. Selaaalu begitu di tiap moment-moment akhir sebuah jenjang pendidikan. Aneh gak sih ? :P

HI 2009's togetherness
Ah... That happy faces :")
"Jika tua nanti kita telah hidup masing-masing, ingatlah hari ini..." -Ingatlah Hari Ini-

Oh ya. Gw mau mengucapkan terimakasih banyak untuk semua teman-teman yang telah mengubah kehidupan seorang Nafitri yang biasa-biasa saja, menjadi penuh dengan sejuta cerita manis, lucu dan mengharukan yang akan selalu saya ingat...

To my besties  Fiona dan Ai, terimakasih untuk sesi curhatnya yang tak mengenal hari dan waktu. Maaf ya kalau gw kadang suka ngeyel dan menyebalkan hihihi :") Untuk para superhero Reny Audi dan Rizka yang bersedia gw pinjam kekuatannya selama gw sakit. Aku padamu deh kaka kaka hehehehe. Untuk bundo Arliska Fatma yang seringkali gw repotkan dengan berbagai macam hal mulai dari masalah tugas menugas, absen, hingga perkara P3K : Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan bersama Zulham. Hahaha ah, terimakasih Bunds dan Julmi :") Untuk Dwiki Dimas Yafie Wise Arfano Anggi dan Zulkifli yang baik sekali karena bersedia untuk bercapek-capek ria membantu gw yang sedang patah kaki untuk naik turun tangga dan bulak balik ngambilin makan dan minum selama SDC. You guys are the real hero :) Untuk para raja lawak di HI 2009, Jaka Anggi Kaffie Median Indra Sidik Dimas dan Duo Rizki : Bokep dan Aphe, yang selalu berhasil membuat saya terhibur. Tetap jenaka ya kawan kawan ! Untuk Ruthi yang sabaaar banget selama satu jam nyariin Taxi buat gw bersama Fiona. Loveee you hehehe. Untuk Riana yang sudah membuat mood jelek gw di suatu hari menghilang sekejap, hanya dengan perkataan histeris-nya : "Astaga Naf, kamu sebulan nggak kemana-mana jadi cantikan, kurusan, putihan deh. Seneng liatnya..." Hahahahahah, gue tau ente cuma menghibur Ri, tapi makasih loh :) untuk Bella Om Irsan Mami Mariska dan Raindy untuk liburannya yang sangat menyenangkan tahun lalu. Kapan kita pergi lagi ? :) Untuk Leni Oktavia Lia Fitri Fatma Fenny Ayu Adi Fathia Dhira Dillo Dini Puti Felix Hangga Heidy Juanita Karina Kholida Lesly Erton Michelle Nargis Shintia Riri Vidya Wahyu dan My Twinsy Nadea, yang sudah menularkan semangat-semangat perjuangannya kepada gw dengan sedemikian rupa. I really appreciate it :) senang sekali bisa mengenal kalian semua.

Dan yang terakhir, untuk seorang teman yang luar biasa... Pertama-tama, saya ingin mengucapkan Selamat Ulang Tahun untuk dia. It's never too late, kan ? :)

Mungkin dia nggak baca postingan ini, atau tidak merasa kalau yang sedang dibicarakan saat ini adalah dia. But i just want him to know, jauh di lubuk hati gw yang terdalam sebenarnya ada segumpal perasaan menyesal, karena tidak sempat mengenal dia lebih jauh. Rupanya, waktu pertemanan kami berlangsung lebih singkat dibandingkan waktu 'kami-saling-diam' yang bahkan masih terjadi hingga detik postingan ini ditulis. Ini miris sih. Tapi kalau diingat-ingat lagi jadinya lucu. Bagaimana di sepanjang tahun, kami berdua sama-sama mengkondisikan keadaan agar tidak saling bicara, menyapa, berpapasan, apalagi sampai kontak mata. Tapi manusia memang cuma bisa usaha sih ya, udah jumpalitan segimanapun pasti ada aja gitu, keadaan-keadaan mendesak yang mengharuskan kami untuk berkomunikasi, atau yang paling fatal... Bersentuhan. Dan kamu mau tau apa yang saya rasakan waktu itu ? tidak. Saya tidak lagi berbunga-bunga seperti dulu. Saya sedih. Entah kenapa segala tentang kamu membuat saya sedih. Bukan karena cinta-mencinta, tapi karena perasaan kehilangan seorang teman baik yang dulu pernah saya punya. Dan karena saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk memperbaiki keadaan (hey, sejak kapan usaha sepihak bisa berhasil ?) jadi saya cuma bisa minta maaf, atas segala bentuk perang dingin dan ketegangan-ketegangan yang terjadi. Dan sebenarnya kamu tidak usah repot repot meng-amnesia-kan diri, karena pada dasarnya kamu memang sudah lupa, dan akan sepenuhnya lupa. Jadi, tenang saja :) I hope that you always surrounded by happiness...

Sekali lagi, terimakasih untuk teman-teman sekalian yang telah memberikan sesuatu yang menyenangkan untuk diingat. Karena kalian, hidup saya punya cerita ♥

Sabtu, 21 April 2012

Abang

Kalau tadi malam diantara kalian ada yang melihat seorang gadis cantik berambut panjang bertubuh seksi konsumsi dan... ber-tongkat jalan-jalan di XXI Kelapa Gading bersama 2 orang cecunguk, itu... Gue -_____-

Astaga. Ini adalah hal tergila yang pernah gw lakukan seumur hidup.
Oh, ralat.
Ini adalah kegilaan terparah yang pernah abang gw lakukan bersama gw seumur hidup.

Ayah mungkin belum sadar, bahwa menitipkan gue-yang-lagi-sakit kepada si-Yogi-Agung-tukang-rusuh adalah sebuah kesalahan yang teramat salah. Dia nggak tau kalau tadi malam anaknya yang lagi patah kaki dibawa kabur abangnya nonton The Raid di Kelapa Gading -_____- awalnya, gw cuma cerita-cerita aja sama si abang kalo gw udah bosen setengah mati dirumah. Satu bulan lebih terkungkung dikamar, gw jadi nggak tau perkembangan kota ini (lebay). Gw nggak tau kalo bengkel di komplek sebelah sekarang udah jadi Alfa Mart, kali depan rumah tadi sore udah dikeruk, mas-mas DVD depan mesjid pulang kampung, tukang bakso deket pasar udah digusur, bahkan gw nggak tau kalo sekarang Inul Vista buka cabang di Kalimalang. Oh Bekasi, kau tumbuh dengan begitu cepat Nak... Mendengar cerita gw yang gak penting mengharukan tersebut, maka abang gw berinisiatif untuk mengajak gw jalan-jalan. "Keliling komplek aja, nggak usah jauh-jauh sekalian cari makan". Katanya dia begitu. Awalnya. AWALNYA.

Maka saya, Yogi Agung si gelembung dan pacarnya pun pergi berjalan-jalan keliling komplek. Di sepanjang jalan kami melihat pemandangan desaku yang kucinta kiri kanan kulihat saja banyak pohon cemara naik delman istimewa ku duduk dimuka tuk tik tak tik tuk~ selesai muter-muterin komplek gak jelas macam orang tajir ngabis-ngabisin bensin, entah gimana ceritanya, tiba-tiba kami pun sampai di McD Duren Sawit. Itu letaknya lumayan jauh ya, dari rumah -_____- Dan itulah pertama kalinya gw makan fastfood lagi setelah satu bulan masa-masa kegelapan. Dunia gw mendadak jadi ada matahari-nya lagi. Bunga-bunga di hati pun tumbuh bermekaran seiring dengan nyanyian dewa dewi dari kayangan yang melantunkan lagu indah pa dam pa pa pam, Im Lovin It...

Abang rupanya sedang lapar. Dia baru bisa benar-benar diajak ngobrol setelah semua makanannya habis. Dan entah dapat inspirasi darimana, begitu selesai makan tiba-tiba dia langsung nyeletuk :
"Abis ini nonton The Raid yuk. Katanya waktu itu kepengen banget mau nonton ?" Gw melihat dia dengan tatapan yang-bener-aje-lu-bro.
"Lo lupa perkara kaki gua, bung ?" Kata gw.
"Kalem..." Jawabnya, sambil gigit kentang goreng "... gua pegangin, gua tuntun, kalo perlu gua gendong. Keburu gak tayang lagi tar di Bioskop..." Katanya lagi.
"Kalo jatoh gimana ? kalo pas lagi nonton tiba-tiba nyeri ? kalo ketendang orang lewat gimana ? kalo tiba-tiba gw kebelet pipis ? kalo..."

... satu jam kemudian, kami sampai di XXI Kelapa Gading -_____-

Ini pertama kalinya gw dateng ke tempat publik, dalam sejarahnya gw sakit. Rasanya deg-degan bercampur senang. Deg degan karena takut kepeleset dan senang karena... Hey, akhirnya gw bisa bepergian !!! :D untungnya, waktu itu udah lumayan malam dan bioskop pun sepi. Beberapa orang disitu ngeliatin gw dari ujung kepala sampai ujung kaki. Ya, wajar aja sih ya... Tapi sudahlah, dia juga gak kenal gw siapa :P Gw semangat banget 'loncat-loncatan' ke arah studio 2, sampai akhirnya abang nge-gendong gw ke tempat duduk. Astaga, kalo difikir lagi emang nekat banget deh gw. Ditambah lagi, gw nontonnya The Raid ya, you know lah genre film semacam itu. Ternyata agak sadis, tapi keren sih adegan fighting nya. Overall, film nya bagus. 

Sampai di rumah, seperti biasa kami ngobrol ngalor ngidul panjang lebar sebelum tidur. Ngomongin apa ? apa aja. Sama si abang, topik pembicaraan bisa berganti dengan begitu cepat. Dari masalah kuliah, percintaan, dosen galak, calo skripsi, sampai ke urusan dia mau numbuhin kumis supaya macho. Kalo lagi ngobrol begini, seringkali gw merasa kalau Tuhan menciptakan dia supaya gw nggak sendiri. Dia anak tunggal, dan gw juga. Dia ada untuk melindungi gw, dan gw ada untuk menemani dia melakukan hal-hal gila. Kita akan bareng-bareng sampe tua kan Bang ? :)

Rabu, 25 Januari 2012

Di Jakarta, Pergi Kuliah Adalah Sebuah Perjuangan

Harusnya dari jam 7 tadi gw sudah ada di kampus untuk mata kuliah Studi Perdamaian. Tapi kayaknya gw nggak jodoh sama mata kuliah ini, sehingga sekarang gw 'terdampar' di tempat lain dengan muka bantal belum mandi dan mojok sendirian ngeposting blog. Tapi percaya deh, sampai akhirnya gw bisa duduk-duduk santai disini adalah sebuah perjuangan besar setelah 2 jam gw dibikin stress sama jalanan jakarta yang macetnya bisa bikin ibu-ibu hamil melahirkan di tempat. Ya, Jakarta di pagi hari... adalah Iblis. 

Kalau Ayah nggak 'menjerit' pagi ini, mungkin gw masih menggeliat unyu di tempat tidur dan masih nggak sadar kalau sekarang sudah jam 6 dan gw ada kuliah... Jam 7. Ayah, seperti biasa, ikutan panik kalau tau gw telat. Dia bahkan bisa lebih hectic daripada gw, ngetok-ngetok pintu kamar mandi (gw jadi berasa lagi lomba mandi), masukin barang-barang ke tas, dan ngejejelin mulut gw roti coklat karena dia tau gw nggak ada waktu lagi buat sarapan. Sementara Ayah gw heboh begitu, gw dengan kurang ajarnya malah santai kaya di pantai selow kaya di pulo~ Please deh ayah... Telat begini itu bukan pertama kali gitu loh. Santai... santai... Sejarahnya, Rabu pagi tidak pernah se-macet Senin pagi. Jadi paling perkiraannya cuci muka 5 menit, pake baju 5 menit, jam 6:15 berangkat, jam 6:45 sampe Cawang, dari Cawang naik ojek ke kampus dan sampe sekitar jam 7:15 paling lambat 7:30. Gw cihuy banget deh emang kalau masalah prediksi mem-prediksi...

... Tapi beberapa menit kemudian, prediksi gw dipatahkan, oleh ini : 

Makan. Tuh. Santai.
Sekitar jam 8, gw masih di sekitar MT. Haryono dan stuck disitu. Demi Tuhan deh... gw nggak ngerti ada apa di depan sana ampe bikin jalanan macet segininya. Gw mencoba menelepon si Reny, Heidy, Audy tapi tidak ada satupun diantara mereka yang mengangkat telepon. Asumsinya, mereka udah pada di kelas dan HP nya di silent -_____-" Emosi gw memuncak ketika ada mas-mas baru naik ke Bis, duduk di samping gw, dan tiba-tiba... Sekeliling gw jadi bau ketek. Jadi ini maksudnya gw harus mencium bebauan itu sepanjang jalan kenangan yang macet ini, gitu ? Tidak, Fernando... Bunuh aku dengan pisau ! jangan bunuh aku dengan ketekmu !

Berhubung gw nggak mungkin tiba-tiba ngejejelin deodoran ke ketek mas-mas itu, gw memutuskan untuk turun daripada gw mati kehabisan napas. Dan setelah itu, gw rasanya udah nggak mood lagi buat ke kampus. Sebagai alasan pendukung, gw mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang terjadi. Kalaupun gw berhasil sampai di kampus, gw pasti dipelototin dosen begitu masuk kelas gara-gara kedatangan gw yang extremely late. Atau kemungkinan terburuknya, gw nggak boleh masuk kelas. Belum lagi, kelas gw selanjutnya adalah jam 15:45 dan gw bisa mati manyun nungguin ampe jam segitu. Jadi kali ini, gw membiarkan mood gw menang.

... Then, here i am. Sendiri, belum mandi, duduk di pojokan KFC Coffee sambil menyeruput si Cappucino dengan penuh rasa kantuk. Sebenernya, lagi-lagi ini accidentally. Si abang angkot yang seenak jidatnya ngetem di depan KFC, tiba-tiba bikin perut gw nge-Band (which is lebih parah dari keroncongan). Jadi, gw memutuskan untuk mampir sebentar disitu sekedar beli cemilan pengganjal perut. Tapi akhirnya gw malah jadi nongkrong disini karena begitu selesai order, tiba-tiba... Eh hujan... Semesta alam sedang mempermainkan gw -_____-"

Ngomong-ngomong tentang KFC, gw jadi ingat seseorang. Dulu, gw pernah kenal dengan orang yang anti sama makanan-makanan semacam KFC gini. Gw sedikit kaget waktu dia menolak McD's Sundae yang gw beli untuk dia."Gw nggak bisa makan itu" katanya. Awalnya, gw kira dia alergi eskrim, susu, atau apalah. Tapi kemudian gw tau kalau alasannya bukan itu. Ada semacam.... Hm, gimana ya ngejelasinnya ? mungkin bisa dibilang seperti semacam rules dalam keluarganya, yang melarang dia untuk makan makanan dari american franchise kayak gini. Awalnya, gw ngerasa sedikit aneh. Hari gini, resto-resto fast food udah bertebaran dimana-mana dan lo nggak boleh makan itu ? tapi kalau difikir-fikir sih emang ada benernya juga. Dari segi kesehatan emang makanan-makanan cepat saji kaya gini itu emang kurang sehat. Apalagi kemudian gw tau kalau ibunya ternyata Dokter. Hmmm... Ya ya ya, cukup bisa dimengerti lah. Gw perhatiin, dia juga tidak merokok dan sepertinya nggak suka dugem ala-ala anak g403L jaman sekarang. Well, jujur waktu itu gw ada sedikit rasa kagum sama orang ini. Dia nurut segitunya banget sama kata-kata ibunya. Bahkan ketika sebenarnya banyak kesempatan untuk melanggar, tapi dia nggak mau. Dia tetep stick sama kata-kata ibunya. Ya... Sebuah sikap yang cukup membuat gw terkesan. Terkesan sampai... Uhm, begitulah...

Eh kok pembahasannya jadi melebar gini deh -_____-" ah sudahlah. Daripada gw makin galau (karena hujannya nggak berenti-berenti) jadi kayaknya gw harus mengakhiri postingan ini dan melanjutkan makan. Have a nice day you guys :)

Jumat, 16 Desember 2011

It's KAZAKY, baby !

"Wait. What ? you kiddin me ? men in stiletto heels ?" ... adalah reaksi pertama gw ketika secara tidak sengaja ikut-ikutan si Michelle menonton video yang sedari tadi (atau sudah sepanjang hari) dia tonton. Yak, selamat datang di tahun 2011 dimana stiletto heels sudah menjadi trend di kalangan para... uhm... lelaki -_____-" entahlah ya, gw ngeliat ini rasanya campur aduk. Antara... miris dan ngiri. Miris, sama pria-pria jaman sekarang (yang ganteng, yang mukanya mulus, yang badannya bagus, eh... lekong~) dan ngiri karena mereka bisa lebih gemulai daripada gue. Gue, gerakan paling gemulai yang bisa gw lakukan adalah kayang ala-ala robotik habis batere -_____-" sementara mereka yang LAKI-LAKI itu bahkan bisa loncat-loncat pake heels yang tingginya setinggi kampret-apaan-tauk. Auah, speechless gw. Tonton aja nih video nya :

*abis liat video *gamau kalah *bikin girl band *ngedance pake heels *tiba-tiba...GUBRAK! *bubar*

By the way ada yang belum tau siapa mereka ? namanya KAZAKY sebuah dance group asal Ukraina yang awalnya ngetop via Youtube. Tapi ya, yang satu ini jangan disamain sama artis karbitan Youtube Indonesia yang, sorry to say, cuma lipsync + goyang erotis langsung ngetop. NO. They do have skill and worth to watch. Lelaki-lelaki (yang tidak maskulin) ini punya kemampuan menari tingkat dewa yang sexy-nya gw rasa melebihi perempuan. Ckckck... kurang ajar, kurang ajar.

Kalo kata Michelle : "Sebagai perempuan gw merasa gagal Naf"
Iya Chelle, gw juga... *nangis bareng di pojokan*

Selasa, 29 November 2011

Thanks @ihatequotes :)


"Never hurt people who love you a LOT. Maybe they won't hurt you back, but they'll probably have no choice but to leave you forever..."

Selasa, 08 November 2011

Billing Meee Softly... (Itu "Killing" woy !)

Hellow. It's me, again... (iyalah, gue yang punya blog)
Anyway, postingan kali ini disponsori oleh modem SmartFren 195 rebu yang baru gw beli seminggu yang lalu... Ada sedikit cerita yang menyesakkan hati tentang sejarah si modem baru gw yang warnanya pink pink menggoda gimana gitu. Sesungguhnya, kemunculan modem unyu ini di kamar gw sekarang adalah akibat sebuah perbuatan yang seharusnya tidak gw lakukan terhadap mas-mas penjaga loket tagihan internet (anjrit, ini kok 'hawa' kalimatnya jadi 'laen'...) nggak, gw nggak ngerobohin loketnya... Gw cuma lupa bayar tagihan internet sama si mas-mas itu. Uhm... Nggak lupa juga sih sebenernya... Tapi emang dasar gw nya aja yang suka nunda-nunda bayar tagihan Hehehehe... Well, siapapun pasti punya sifat procastinator kan ya ? jadi gw wajar dong :P Tapi secara tidak disangka-sangka, sifat procastinator yang gw anggap wajar itu ternyata telah membawa gw ke sebuah bencana besar yang berujung pada ke-BOKEK-an. Suatu hari, gw mengecek kotak masuk di email gw dan menemukan sebuah billing statement yang menyatakan bahwa tagihan internet gw sudah mencapai angka Dua Juta Sembilan Ratus Empat Puluh Delapan Ribu Lima Ratus Rupiah... Mampus. Mati. Koit. Die. Kiamat. End of the world.

Naf dapet salam dari tukang laundry... | Ha ? apaan ? | Cuciaaannn deh looo | Monyet...
Rasanya gw pengen lari ke hutan, ke pantai, pecahin gelas, atau apapun untuk melampiaskan rasa kesal gw terhadap... Uhm... Diri gw sendiri -________- Akhirnya, pasca terenggutnya pundi-pundi amal uang dari tabungan gw tercinta, gw memutuskan untuk tidak lagi memakai jasa internet cable tersebut dan beralih ke modem biasa yang biaya per bulannya lebih murah. Dan... yah, seenggaknya kalo pake modem biasa kan pake isi pulsa gitu, jadi at least nggak ada tagihan-tagihan yang bikin gw stress di akhir. Gile, kayaknya gw trauma nih sama tagihan ckckckck... Dan setelah berminggu-minggu jadi Anwar (Anak Warnet) akibat tidak mendapatkan asupan internet dirumah, gw pun akhirnya membeli si modem unyu yang kinerjanya cukup memuaskan. Walaupun sekarang sepertinya gw bakal nggak bisa seenak jidat lagi buat download-download film, tapi ya cukuplah untuk berkirim-kirim email, social site atau searching-searching tugas... Eh ngomong-ngomong tentang tugas nih, kayanya gw masih banyak tugas kuliah yang harus diselesaikan. Maka dari itu, tampaknya postingan kali ini cukup sampai disini saja yaw. Arrivederci !

P.S. Buat mas-mas F*rst Med*a yang waktu itu dateng kerumah nagih bayaran internet, Mas single gak ? jadi selingkuhan akyuw, mau ? :P